allx host web hosting free at allxhost.com

Welcome to allxhost.com

Related Searches
  • Top Web Hosting
  • All Church
  • Christian Book Store
  • Hosting Domain
  • Christian Credit Counseling
  • Web Hosting Company
This domain may be for sale. Buy this Domain



















Legal Terms

pages bg right
pages bg left
Posted by satria on September 17, 2009

FPI: Siapa Membela Siapa?

Sumber : politikana.com

Hidup Mulia atau Mati Syahid“, itulah slogan Front Pembela Islam yang berdiri sejak 17 Agustus 1998 itu. Tak jelas defenisi “hidup mulia” ala FPI itu, pun sama tak jelasnya dengan “mati syahid” yang mereka harap-harapkan tersebut. Kalaulah hidup mulia yang mereka harapkan dengan cara meresahkan sekelompok masyarakat lain sehingga menimbulkan berbagai aksi kecaman, hujatan dan makian; jelas ini bukan sebuah kemuliaan. Kalau saja mati syahid itu dilakukan dengan cara-cara menyengsarakan kehidupan masyarakat pada umumnya, saya yakin itu pun bukan makna mati syahid yang sesungguhnya.

Sebenarnya orang-orang yang ada di lingkungan FPI bukanlah muslim yang buta agama, justru mereka adalah orang yang sangat mengerti agama. Tak mungkin seseorang yang tak kenal agamanya berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar atas nama ajaran agama. FPI sangat sadar bahwa aksi mereka selama ini memang diwarnai kekerasan sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, bahkan membentuk imej yang tidak baik terhadap gerakan Islam. Namun pertanyaannya adalah, apakah memang seperti selama ini kah yang seharusnya diinginkan agama Islam dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tersebut? Kalaulah organisasi FPI lahir dengan maksud membela kepentingan Islam dan umatnya, Islam yang mana yang harus dibela seperti itu? Atau umat yang bagaimana yang hendak diselamatkan tersebut?

Apapun alasannya, kekerasan tak pernah menyelesaikan persoalan kecuali akan menimbulkan kekerasan baru. “Sekiranya engkau (ya Muhammad) bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu“, begitu pesan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Ayat itu berlanjut, “Oleh sebab itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan apapun…“.

Tak pernah ada yang salah dengan ajaran Rasulullah SAW. Tak ada kekerasan apapun pada dakwah beliau. Bahkan dalam beberapa futuhat pun beliau SAW tak hendak menunjukkan kekerasan-kekerasan itu. Karena beliau sadar bahwa tujuannya diutus ke muka bumi ini bukan dalam sebuah misi kekerasan. Dan memang begitulah dulunya Islam tersebar kepenjuru dunia. Ia tidak tersebar dengan kata-kata kotor, aksi-aksi kasar, dan tindakan-tindakan biadab. Tapi ia tersebar dengan amal, akhlak, dan perilaku umatnya dibawah naungan rahmatan lil ‘alamin.

Namun kini, stigma itu benar-benar telah dijatuhkan atas FPI. Dan stempel buruk itu sekarang telah terlanjur ditempah pula oleh mereka. Entah siapa yang menilai, entah siapa yang memulai, yang jelas apapun yang diperbuat kelompok FPI sekarang ini, tak ada baik-baiknya lagi di depan sekelompok lainnya. Tujuannya membela harga diri umat Islam sekarang justru dianggap menjatuhkan harga diri umat. Tatapan curiga terus-menerus terarah bagi mereka, bahkan bagi yang cuman mirip-mirip pun terkena imbasnya. Fenomena ini pun pada akhirnya berlanjut pada saling curiga dan saling menghujat atas sesama kaum muslimin. Tentu saja hal ini menjadi preseden buruk dan mengundang senyum orang-orang di luar Islam.

FPI tak baik berdiam diri saja. FPI tak boleh mengatakan ini hanya sebuah fitnah. Habib Rizieq yang menakhodahi FPI tak pantas hanya berseru, “Bagi pejuang Islam: Difitnah biasa, dibunuh syahid, dipenjara uzlah, dan dibuang tamasyah“. Tapi mereka harus benar-benar mampu membuat karya-karya baru yang lebih nyata nan sejuk dan menentramkan siapa saja serta mampu menjadi panutan orang lain. Sehingga dengan demikian, mereka-mereka yang dulunya sentiment dengan Islam akan tergugah dan berkata, “Lihatlah! Betapa Indahnya ajaran Islam! Alangkah bagusnya adab Islam! Alangkah mulianya akhlak Islam!“. Mereka melihat ajaran-ajaran Islam teraplikasi dalam tingkah laku dan perbuatan yang dimulai oleh para pembela-pembela Islam itu.

Sekarang pilihannya tergantung FPI. Apakah memilih selamat dari kecurigaan dengan cara menanggalkan atribut dakwah yang selama ini terkesan arogan dengan menggantinya dengan sesuatu yang lebih berakhlak dan bermartabat, atau  tetap konsisten dan bersabar menanggung resiko tatapan curiga dengan cara berdakwah seperti yang sudah-sudah.

Umat Islam memang diwajibkan berdakwah. Tapi satu hal yang harus diingat, bahwa dalam berdakwah tak ada unsur pemaksaan dengan cara apapun. Bukankah Allah SWT sangat jelas memberikan semacam ultimatum melalui firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggungjawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (QS. Al-An’am:159)

Popularity: 1%

Post a Comment


Leave a Reply

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline